Penggunaan Kemasan Pangan

By Pada : 15 Sep 2014, 19:57:32 WIB, - Kategori : COMPLIANCEPenggunaan Kemasan Pangan

Penggunaan Kemasan Pangan

Kemasan Pangan berfungsi untuk mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan, melindungi produk dari kotoran, dan membebaskan Pangan dari jasad renik patogen. (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 82(1)) . Oleh karena itu, pengemasan Pangan yang diedarkan dilakukan melalui tata cara yang dapat menghindarkan terjadinya kerusakan dan/atau pencemaran (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 83(2); PP No. 28 tahun 2004 Pasal 19(1)).

Setiap Orang yang memproduksi dan memperdagangkan Pangan wajib memenuhi standar Keamanan Pangan dan Mutu Pangan (UU no 18 tahun 2012 Pasal 86 (2) .Salah satu upaya pelaksanaan keamanan pangan yaitu melalui pemberian jaminan Keamanan Pangan dan Mutu Pangan oleh Industri Pangan (UU no 18 tahun 2012 Pasal 69(f)).

Oleh karena itu, semua Industri Pangan, termasuk UMKM Pangan dan IRTP yang melakukan Produksi Pangan dalam kemasan untuk diedarkan wajib menggunakan bahan Kemasan Pangan yang tidak membahayakan kesehatan manusia. (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 82(1)) atau tidak melepaskan cemaran yang membahayakan kesehatan manusia (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 83(1) , PP no. 28 tahun 2004 Pasal 16 (1)) .

Ketentuan mengenai Kemasan Pangan, tata cara pengemasan Pangan (PP no. 28 tahun 2004 pasal 19 (2)) , dan bahan yang dilarang digunakan sebagai Kemasan Pangan diatur dalam Peraturan Pemerintah (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 83 (3). Tata cara pengemasan pangan ditetapkan oleh Kepala Badan POM RI (PP no. 28 tahun 2004 pasal 19 (2)) .

Bahan kemasan yang diizinkan untuk digunakan oleh Industri Pangan diatur oleh Kepala Badan POM RI (PP no. 28 tahun 2004 Pasal 16(2);17;18) , yaitu PerKa Badan POM RI HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan .

Penting diperhatikan bagi UMKM Pangan dan IRTP untuk memilih kemasan pangan dari plastik yang ada logo tara pangan dan kode daur ulang (Permenperind no. 24/M-IND/PER/2/2010 ):

 photo Logo1_zps53cf32c2.jpg

 Penting diperhatikan bagi UMKM Pangan dan IRTP bahwa dilarang membukakemasan akhir pangan* untuk dikemas kembali dan diperdagangkan, kecuali pangan yang pengadaannya dalam jumlah besar dan lazim dikemas kembali dalam jumlah kecil untuk diperdagangkan lebih lanjut dan dilakukan secara benar untuk menghindari terjadinya pencemaran terhadap pangan. (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 84; PP no. 28 tahun 2004 Pasal 20 )

(*) Catatan :

a.  Luka berat atau membahayakan nyawa orang, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

b.   Kematian orang, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling       lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah). (UU no. 18 tahun 2012 Pasal 146)