Back to homepage

Pemetaan Tanaman Obat


Tema

:

Tanaman obat merupakan salah satu andalan masa depan dalam pengembangan agribisnis di Indonesia. Kualitas produk tanaman obat ditentukan oleh kandungan senyawa bioaktif yang merupakan hasil metabolisme sekunder dari tanaman. Perumusan sistem agribisnis tumbuhan obat yang handal perlu dimulai dengan memadukan konsep panen biomassa dengan panen senyawa bioaktif. Data yang menghubungkan kehomogenan sifar fisik yang digabungkan dengan manajemen (sosial ekonomi) disebut juga dengan konsep bioregional.

Produksi metabolit sekunder sangat bergantung dari interaksi antara sifat genetik dan kondisi agrobiofisik dan lingkungan dimana tanaman tersebut tumbuh. Untuk itu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas dan produktivitas budidaya tanaman obat, perlu memperhatikan korelasi antara sifat agrobiofisik lingkungan dengan produksi senyawa bioaktif yang dihasilkan.

Keterkaitan antara kuantitas dan kualitas metabolit dengan kondisi agrobiofisik lingkungan dapat digambarkan sebarannya dalam suatu peta, yang akan sangat berguna untuk menetapkan kebijakan dalam rangka pengembangan tanaman obat di Indonesia.

Badan POM bekerjasama dengan Pusat Studi Biofarmaka LPPM-IPB, telah melakukan kegiatan pemetaan tanaman obat di beberapa wilayah Indonesia, diantaranya adalah untuk tanaman obat :

  • Temulawak
  • Kunyit
  • Jati Belanda
  • Sambiloto
  • Salam
  • Jambu Biji
  • Mengkudu
  • Jahe Merah


Tanggal : 20 Okt 2013 s/d 21 Okt 2013
Tempat : Taman Mini Indonesia Indah
Jam : 09.00